Jumat, 10 Mei 2013

FLS2N-SD TAHUN 2013 di UPT DINDIKBUD KAJEN

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional Sekolah Dasar (FLS2N-SD), adalah kegiatan seni yang diselenggarakan oleh UPT DINDIKBUD KAJEN kabupaten Pekalongan, dengan harapan mampu mewujudkan peserta didik yang kreatif, inovatif, berprestasi dan berkompetisi secara sportif, sekaligus mendorong kreativitas dan minat belajar.
Tema FLS2N tahun 2013 adalah “Raih Prestasi, Junjung Tinggi Budi Pekerti”, dengan subtema “Melalui FLS2N Kita Tingkatkan Budi Pekerti, Cinta Tanah Air, dan Apresiasi Seni Budaya bagi Peserta Didik Sekolah Dasar”. Peserta FLS2N-SD tahun 2013 ini adalah peserta didik yang masih aktif sebagai peserta didik pada tingkat SD di lingkungan UPT DINDIKBUD KAJEN. Dengan syarat sebagai berikut; siswa SD yang masih aktif dan pada tahun pelajaran 2012/2013 maksimal duduk di kelas V, membawa surat keterangan yang ditandatangani Kepala Sekolah. Pada identitas peserta lomba memuat data: nama peserta, tempat tanggal lahir, NIS, kelas dan asal sekolah. Setiap peserta lomba, hanya diperbolehkan mengikuti satu jenis cabang lomba seni.
FLS2N tahun 2013 ada 6 cabang seni, yaitu:
1.        Lomba Seni Tari Kreasi Baru
Jumlah peserta 3 orang, dengan tema tarian “Mengangkat kekhasan atau keunikan daerah setempat”.
2.        Lomba Menyanyi tunggal
Peserta 1 orang putra atau putri, peserta menyanyikan dua lagu berturut-turut yaitu satu lagu wajib pilihan dan satu lagu daerah yang sudah ditentukan Panitia.
a.              Lagu wajib pilihan          : “Berkibarlah benderaku” ciptaan Ibu Sud
  “Bendera merah putih” ciptaan Ibu Sud
b.              Lagu daerah                    : “Wajibe dadi murid” ciptaan Nn
3.        Lomba Pidato Bahasa Indonesia
Peserta satu orang putra atau putri, ada lima topik yang dapat dipilih oleh peserta. Pidato boleh membawa teks dan waktu yang disediakan maksimal 10 menit.
4.        Lomba Membuat Gambar Bercerita
Masing-masing SD mengirimkan satu peserta boleh putra atau putri. Peserta memilih tema atau cerita yang disediakan oleh panitia.
5.        Lomba Kriya Anyam
Peserta satu orang putra atau putri, dengan tema “Mencintai budaya nusantara melalui kriya anyam”. Bahan dasar yang digunakan adalah bahan alam yang ada dilingkungan sekitar.
6.        Lomba Pantomim
Peserta satu orang putra atau putri, materi pantomim berakar pada budaya bangsa Indonesia dan peserta memilih tema yang telah disediakan panitia.
Bagi juara 1 setiap cabang seni akan mewakili kecamatan kajen pada FLS2N-SD tingkat kabupaten. Untuk menyikapi hal tersebut, Kepala Sekolah memerintahkan kepada beberapa guru untuk segera memilih dan melatih peserta didik yang akan mngikuti FLS2N-SD. Bu Suswati dan Bu Tri rejeki kedua guru tersebut diminta untuk melatih peserta didik yang menyanyi tunggal karena di SD  01 NEGERI LINGGO kedua guru tersebut memang berkompeten dibidang tarik suara, Pak Arif Fauzan mendapat tugas untuk melatih anak berpidato sedangkan menggambar ditugaskan kepada bu Rismi Andika dan aku mendapat tugas untuk melatih peserta didik dalam bidang kriya anyam. Sementara untuk seni tari kreasi baru dan panomim tidak di ikuti karena faktor keterbatasan waktu latihannya.
Dewan guru yang lain tetap membantu dalam pelatihan peserta didik yang akan mengikuti lomba, intinya semua dewan guru bekerjasama dengan baik demi peserta didik dan nama baik sekolah, harapan kami semoga peserta didik dapat mengharumkan nama baik sekolah mereka, namun yang terpenting dari semuanya kita berpatisipasi dalam pelaksanaan FLS2N-SD tingkat kecamatan Kajen tahun 2013 ini.
Guru yang mendapat tugas bergegas memilih peserta dan melatih mereka agar pada pelaksanaan lomba nanti dapat tampil dengan maksimal. Namun beberapa hari yang lalu sempet dibingungkan untuk bidang seni yang akan aku ajarkan nanti, yaitu kriya anyam. Pemilihan bahan harus tepat mengingat waktu yang singkat. Untuk itu aku coba bertanya kepada temen – temen sekolah dasar lain bahan apa yang akan mereka gunakan untuk lomba kriya anyam, hal tersebut akan dijadikan pertimbangan. Selain itu aku juga bertanya kepada guru lain apa kira-kira bahan yang mudah di dapat yang ada di sekitar sekolah. Di samping itu juga aku buka internet untuk melihat kerajinan anyam dan bahan yang mudah digunakan dan banyak ditemukan dilingkungan sekitar. Kemudian aku teringat pernah membuatkan tempat tisu untuk seseorang yang sekarang ini menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 02 LOMENENG kecamatan Paninggaran, namun bahan yang aku gunakan adalah kain. Aku berpikir dapatkah aku membuatnya dengan menggunakan bahan lain dan di anyam? Kemudian aku mencoba mencari bahan yang sesuai untuk pembuatan tempat tisu tersebut, aku meminta kepada penjaga sekolah pak Waris untuk mencari gedebog pisang klutuk dan memintanya untuk menjemur gedebog pisang tersebut, namun karena ketidak tahuan cara pengolahan gedebog pisang walaupun sudah dijemur selama satu minggu namun belum kering juga, padahal waktu yang tersedia tinggal satu minggu lagi dan 3 hari kedepan karena mendapat tugas sebagai pengawas UN di SDN TANJUNGKULON otomatis aku tidak bisa ke sekolah, maka aku mencoba mencari solusi bahan lainnya.
Aku melihat disepanjang jalan yang ku lalui menuju ke sekolah banyak tumbuh pohon pandan, maka aku mencoba bertanya pada masyarakat sekitar sekolah tentang pohon pandan tersebut dan Alhamdulillah disekitar pura yang letaknya tak jauh dari sekolah ada pohon pandan yang bisa di petik dan mereka bersedia membantuku. Alhasil dengan bantuan dari salah satu ibu yang sudah terbiasa membuat tikar dari daun pandan, pandanpun dapat aku peroleh, bahkan ibu tersebut bersedia membantuku membuang duri dan membelah daun pandan tersebut menjadi potongan-potongan kecil menggunakan alat sederhana yang biasa ibu tersebut pakai pada saat mengolah pandan.
Kemudian pandan tersebut aku bawa pulang agar bisa aku olah menjadi bahan yang bisa di anyam tak lupa aku juga bertanya kepada ibu tersebut bagaimana cara mengolah daun pandan tersebut. Pertama daun pandan dijemur, kemudian dipukul-pukul agar serat-seratnya menjadi lemes dan tidak patah pada saat di anyam, tak lupa aku membeli pewarna pakaian warna merah untuk mewarnai pandan tersebut. Tahap demi tahap aku kerjakan sendiri agar hasil yang diperoleh dapat maksimal, selama 3 hari ini aku mengolah pandan tersebut, dan aku hanya punya waktu 2 hari untuk mengajari peserta didikku menganyam pandan menjadi tempat tisu seperti yang aku inginkan. Untuk hiasan tutup tempat tisu aku memilih kerang-kerang kecil.
Sempet ada keraguan yang menyelinab di hati apakah hasilnya akan maksimal? Akankah peserta didikku mampu menganyam dengan baik mengingat waktu latihan yang hanya 2 hari saja? namun tetap percaya diri PASTI BISA. Terima kasih untuk seseorang yang disana karenamu aku menemukan ide ini. Berharap hasilnya maksimal dan tidak mengecewakan, INSYA ALLAH SIAP TEMPUR !
Berikut ini adalah gambar proses pengolahan daun pandan:
Daun pandan kering


  
Daun pandan yang telah dilemaskan









Daun pandan yang telah diberi warna





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar